LONDON - Undang-undang pelarangan cadar di Paris yang baru saja resmikan mirip dengan "politik Nazi," kata wartawan Inggris dan penyiar Yvonne Ridley.
"Ini adalah serangan terang-terangan terhadap Islam dari negara-negara Islamophobic yang dijalankan oleh politisi oportunis, mereka ingin memenangkan suara murah dari kelompok minoritas perempuan," kata Ridley yang juga Presiden Eropa dari Persatuan Wanita Muslim Internasional.
"Cadar adalah simbol kesalehan dan siapa yang berani menghukum seorang wanita karena kesalehannya? Tentu saja wanita itu bukan dari Katolik Roma," kata Ridley kepada situs IRNA.
Ridley juga mengkritik upaya untuk membenarkan larangan niqab dengan ancaman teroris yang dia sebut sebagai "omong kosong". Dia juga merujuk kembali ke kampanye melawan pria berjenggot beberapa waktu lalu, yang Ridley katakan "bukan salah jenggotnya jika di salah satu di antara 19 pembajak pesawat yang mendatangkan kehancuran di Amerika pada 11 September 2001 memilikinya."
"Penjahat yang berniat melakukan kejahatan tidak akan berpakaian sedemikian rupa (bercadar_red), kapan terakhir kali anda mendengar ada wanita yang memakai cadar merampok bank atau terlibat dalam perampokan bersenjata atau penjambretan wanita tua," katanya.
Wartawan Inggris mualaf ini menyatakan keprihatinannya tentang intervensi negara dari apa yang bisa dan tidak bisa dipakai. Ridley memeluk agama Islam setelah dirinya pernah di sandera oleh Taliban dan kemudian dibebaskan. Ridley menjadi simpati kepada gerakan Islam Taliban di Afghanistan, kemudian dirinya mulai mempelajari Islam.
"Ketika negara mulai mendikte apa yang wanita bisa dan tidak bisa dipakai, maka kita memasuki perairan yang belum dipetakan. Dimana akan berakhir? Hal ini juga memberikan para Islamophobies dan orang-orang rasis, tongkat lain yang dapat digunakan untuk mengalahkan umat Islam," tambah Ridley.
Dalam wawancara dengan IRNA, Ridley juga berbicara tentang upaya saat ini di Inggris untuk meloloskan undang-undang yang melarang penggunaan jilbab.
"Para wanita dan anak-anak sekarang sedang sekarat di Gaza, Libya, Bahrain, Yaman dan tempat-tempat lain dan mereka dapat melakukan sesuatu yang positif untuk menghentikan ini, yang jauh lebih penting daripada menganiaya kelompok minoritas perempuan hanya karena keimanan mereka," katanya. [muslimdaily.net]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar