Rabu, 07 September 2011

Jihadis-Jihadis Wanita Amerika Menghadapi Sidang Terorisme

COLORADO - Seorang wanita asal Colorado telah mengaku dia membantu sebuah jaringan "teroris" yang berlatih dengan kelompok Al Qoidah dan memicu perang suci (Jihad).

Jaksa Amerika mengatakan, Jamie Paulin-Ramirez 32 tahun dari Leadville, Colorado didakwa bersekongkol dengan orang lain untuk mendapatkan pelatihan militer di Asia Selatan dan pindah ke Irlandia pada tahun 2009 untuk bergabung dengan grup tersebut.

Pengadilan merilis pernyataan pada hari Selasa yang menyebutkan seorang pria Aljazair yang menikahi wanita dari Colorado tersebut berusaha untuk merekrut "ikhwan dan akhwat" untuk dilatih dengan kelompok yang dikenal sebagai Al Qoidah di Maghreb Islam.

Paulin-Ramirez akan menghadapi penjara hingga 15 tahun setelah mengaku bersalah pada hari Selasa untuk bersekongkol membantu teroris asing.

Jaksa Federal mengatakan ia bergabung dengan pasukan Collen LaRose dari Pennsylvania, yang menjuluki dirinya dengan "Jihad Jane" online.

Paulin-Ramirez secara sukarela kembali ke Amerika setelah suaminya dan beberapa orang lain ditahan di Irlandia pada Maret 2010 setelah dituduh terlibat dalam plot teror global.

Sedangkan LaRose 47 tahun, atau Jihad Jane dari Pennsburg pada bulan lalu dalam pengadilan telah mengakui dirinya setuju untuk membunuh kartunis Swedia Lars Vilks yang karya-karyanya telah melecehkan umat Islam.

LaRose kemungkinan dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersekongkol untuk membunuh target asing serta tiga tuduhan yang dijatuhkan kepadanya.

Paulin-Ramirez, sebaliknya, didakwa dengan satu dakwaan konspirasi. Dia bisa dinyatakan bersalah atas dakwaan itu bahkan jika hanya menyediakan makanan atau penginapan untuk tersangka teror, kata pengacara Ramirez, Jeremy Ibrahim hari Selasa.

Paulin-Ramirez sedang hamil ketika ia pertama kali muncul di pengadilan Amerika, namun ia mengalami keguguran, kata Ibrahim.

"Anda sedang berhadapan dengan ibu tunggal 32 tahun dari sebuah kota kecil di Colorado," kata Ibrahim. "Ini situasi yang sangat stress dan besar.... yang berdampak pada fisik dan kesehatannya."

Ia juga mempunyai seorang putra yang kini turut ditahan ketika ia tiba di Philadelphia, disaat agen FBI membuka penyelidikan untuk LaRose.

Namun, tidak ada bukti dari dokumen pengadilan mengenai LaRose yang akan membunuh Vilks di Swedia. LaRose kembali ke Philadelphia pada Oktober 2009, ia lalu ditangkap dan menjadi salah satu dari sedikit wanita yang pernah didakwa di Amerika atas kegiatan terorisme.

Penangkapan LaRose ini sangat dirahasiakan dan dakwaan kepadanya akhirnya mulai diketahui setelah Paulin-Ramirez beserta enam orang lainnya ditahan sebulan setelahnya. [muslimdaily.net/AP]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar