Minggu, 07 Agustus 2011

NUSAIBAH BINTI KAAB

Wanita Pejuang Islam

Nusaibah binti Ka’ab bin’ amr bin Mabdzul bin ‘Amr bin Ghanam bin Mazin bin An Najjar r.a. Ibunya bernama Ar Rabbab binti Abdillah bin Habib bin Zaid bin Tsa’labah bin Zaid Manat bin Habib bin Abdi Haritsah bin Adlab bin Jasym bin Al Khazraj. la dipersunting oleh Zaid bin Ashim bin ‘Amr bin ‘Auf bin Mabdzul bin ‘Amr bin Ghanam bin Mazin bin An Najjar. Mereka dikaruniai dua orang putra, Abdullah dan Habib, yang pada kemudian hari menjadi sahabat Rasulullah Saw yang menyertai beliau dalam medan peperangan. Sepeninggal suaminya, ia yang biasa disapa Ummu ‘Umarah menikah dengan Ghaziyah bin ‘Amr bin Athiyah bin Khansa’ bin Mabdzul bin’ Amr bin Ghanam bin Mazin bin An Najjar r.a. Dari pernikahan mereka. lahirlah Tamim dan Khaulah. Kisah indah dan mengesankan dalam medan pertempuran Uhud. ketika Ummu ‘Umarah r.a. ikut berperan dalam kancah itu bersama suaminya, Ghaziyah bin Amr serta kedua putranya, Abdullah dan Habib. Dengan membawa qirbah tempat air minum untuk memberi minum pasukan yang terluka, ia berangkat bersama pasukan Kaum Muslim awal siang.

Pada awal perang, ia bertugas untuk membawakan air dan mengobati para mujahidin yang terluka bersama Muslimah lainnya. Tetapi, ketika perang mulai berpihak pada Kaum Muslim, para pemanah tidak mematuhi perintah Nabi Muhammad Saw. sehingga kemenangan yang hampir di tangan kembali berpihak pada Kaum Musyrik. Pada saat itu, Nasibah memutuskan untuk ikut bertempur. Dengan pedang dan panah di tangan, ia melangkah menuju Rasul yang dikelilingi para sahabatnya yang menjadi tameng untuk melindungi Rasul dari panah-panah Kaum Musyrik. Setiap kali ada yang menyerang Rasul, Nasibah dengan berani melawannya. Kemana pun Rasulullah Saw. berpaling, ada Nasibah yang berdiri di depan Rasul untuk melindunginya. Bersama suami dan dua putranya, ia melindungi Rasul dengan segenap kemampuannya. Tanpa perisai ia melindungi Rasul, sementara sebagian besar pasukan Muslim kocar-kacir. Di antara orang-orang yang berlarian menjauh, ada seseorang yang lari membawa perisainya. ia pun berseru, “Berikan perisaimu pada orang yang berperang!” Orang itu pun melemparkan perisainya dan segera diambil oleh Ummu ‘Umarah. Sementara lawan mereka adalah pasukan berkuda Kaum Musyrik.

Tiba-tiba, datang seorang penunggang kuda memacu kudanya sembari menyabetkan pedangnya ke arah Ummu ‘Umarah. la menangkis tebasan itu dengan perisainya. Ummu ‘Umarah pun menebas kaki kudanya hingga penunggang kuda itu pun terjatuh. Menyaksikan hal itu Rasul segera memanggil salah seorang putra Ummu ‘Umarah. “Ibumu! Ibumu!” Dengan cepat, putra Ummu ‘Umarah datang membantu ibunya hingga bisa melumpuhkan musuhnya itu. Di tengah berkecamuknya perang, Abdullah bin Zaid terluka di lengan kirinya, ditebas oleh seseorang yang sangat cepat datangnya dan berlalu begitu saja, tanpa sempat dikenalinya. Melihat hal itu, Rasulullah Saw. berkata, “Balut lukamu!” Ummu ‘Umarah pun datang untuk membalut luka-luka anaknya itu. Usai mengikat luka, Ummu ‘Umarah berkata kepada anaknya. “Bangkitlah Perangilah orang-orang itu !. Mendengar ucapannya, Rasul mengatakan. ” Siapakah yang mampu melakukan seperti yang kau lakukan, wahai Ummu ‘Umarah ? ” Kemudian, datanglah orang yang melukai Abdullah. Rasul pun berkata. “Itu orang yang menebas putramu!” Ummu ‘Umarah segera menghadangnya dan menebas betisnya hingqa terjatuh. Rasul tersenyum menyaksikannya. Rasulullah Saw. mengatakan kepada Ummu ‘Umarah, “Segala puji milik Allah yang telah menolongmu serta menyenangkan hatimu dengan keadaan musuhmu dan memperlihatkan pembalasan itu didepan matamu.”

Pada masa Khalifah Abu Bakar. Nasibah ikut dalam perang Al-YAmamah dan berperang dengan berani sehingga akhirnya kehilangan salah satu tangannya. Semua ini berimbalkan dengan janji surga begi Nasibah. la juga dipuji oleh Khalifah Umar bin Khaththab dan panglimanya Khalid bin walid atas keberaniannya itu.

Pustaka
99 Tokoh Muslim Dunia oleh Salman Iskandar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar