Rabu, 07 September 2011

Rapper Jerman Masuk Islam

Denis Mamadou Cuspert, mantan rapper terkenal di Jerman, kini ia menjadi pelantun nasyid atau lagu-lagu Islami di Jerman. Namun, pejabat keamanan Jerman menuding, Cuspert kini menjadi tokoh berpengaruh yang suka “menghasut kekerasan dan kerusuhan” melalui video dan ceramah berapi-api yang memuji teroris dan menyerang Barat.
Otoritas Jerman juga menuding, orang seperti Denis Mamadou ini menginspirasi penembakan yang menewaskan dua pilot Amerika di Bandara Frankfurt bulan Maret. Pria yang melakukan penembakan adalah Uka Arid yang sidangnya telah dimulai hari Rabu kemarin.
Dalam keterangannya Uka Arid mengatakan ia menembaki sebuah bus yang berisi aparat Amerika, setelah melihat video seorang wanita Muslim diperkosa oleh para laki-laki yang mengenakan seragam militer Amerika Serikat.
Para pejabat Amerika mengatakan, video pemerkosaan itu diposting pada halaman mantan penyanyi rap Denis Mamadou Cuspert oleh militan Islam yang kemudian dilihat Uka Arid dan menginspirasi penembakan itu.
Uka mengatkan ia mendengarkan nasyid dalam iPodnya yang berisi seruan melawan pasukan pendudukan dan Barat saat ia melakukan perjalanan ke bandara sebelum penembakan. “Itu benar-benar membuat saya marah,” kata Uka kepada hakim hari Rabu (31/8).
Penyidik kasus terorisme Jerman melihat jika Denis Cuspert, 35 tahun, sebagai ancaman yang akan memprovokasi anak-anak muda dalam kampanye bahwa Barat sedang menyerang Islam.
Denis Cuspert bahkan disamakan dengan Anwar Al-Awlaki, seorang da’i kelahiran Amerika yang kini bersembunyi di Yaman karena juga dituduh mempromosikan kekerasan melalui pidato dan video.
“Setelah membangun hubungan baik melalui musik, dia memperkenalkan ideologi radikal kepada audiens yang sudah menerima dia sebelumnya,” kata Raphael F Perl, yang menjalankan unit anti-terorisme untuk Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa.
Namun, dalam wawancara di sebuah masjid di Jerman, Denis Cuspert membantah berhubungan dengan Uka Arid. Tapi mantan rapper ini mendukung aksi yang dilakukan Uka Arid.
“Saudaraku ini belum membunuh warga sipil,” katanya. “Dia telah membunuh prajurit yang sedang dalam perjalanan untuk membunuhi umat Islam.” Denis Cuspert, kini sedang dalam pengawasan otoritas Jerman. [muslimdaily.net/The New York Times]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar