Denis Mamadou Cuspert kini jadi perhatian, ia dulu dikenal dengan nama Deso Dogg, menggunakan keahliannya menyampaikan kata-kata untuk menarik perhatian anak muda. Dalam lirik nasidnya, Cuspert menceritakan sejarah dirinya dari seorang "anak nakal" hingga akhirnya ia menemukan "jalan yang benar".
Cuspert mengatakan bahwa Syariah Islam, yang sesuai Al Qur'an membolehkan seseorang untuk membela diri. "Tugas saya adalah untuk menggunakan suara saya untuk memberitahu kebenaran kepada orang-orang, dan kebenaran itu adalah jihad sebagai kewajiban," katanya.
Akhir Juni lalu, Cuspert menyanyikan nasid yang memuji pemimpin Al Qaidah, Usamah bin Ladin. "Namamu akan mengalir dalam darah kami," nyanyinya merujuk pada kematian Usamah.
"Aku bersumpah setia kepada Mullah Muhammad Umar, amir Taliban," katanya dalam wawancara sambil tersenyum. "Dia adalah satu satu orang terbesar."
Dalam ceramahnya, Cuspert menyatakan kemarahannya atas serangan pesawat tak berawak Amerika di wilayah kesukuan Pakistan, Yaman dan Somalia, dan mengatakan bahwa keinginan terbesarnya sekarang adalah melihat kematian Presiden Obama, yang ia nyatakan sebagai musuh Islam.
Otoritas Jerman mencurigai Cuspert berencana bergabung dengan teman-temannya di Pakistan. Pemerintah Jerman pada Juli telah menuntut ia menyerahkan paspornya. "Saya katakan kepada mereka, paspor saya hilang," katanya.
Sejauh ini, pihak berwenang mengatakan mereka tidak memiliki cukup bukti untk menangkapnya karena pidato-pidatonya. Tetapi polisi Jerman berusaha untuk memenjarakannya atas pelanggaran yang ia lakukan semasa ia masih menjadi rapper.
Pada 18 Agustus, Denis Mamadou Cuspert diadili atas tuduhan memiliki senjata ilegal. Jaksa mengatakan bahwa ia memegang pistol dalam sebuah video dan bahwa polisi menemukan amunisi dalam penggeledahan di rumahnya.
Otoritas Jerman mengatakan mereka berusaha memenjarakan Cuspert dan menghentikan "video propaganda jihad" miliknya. Hakim akhirnya hanya menjatuhkan denda sebesar € 1.800, atau sekitar $ 2.600 atas "video propaganda jihad", dan ia lolos dari hukuman penjara.
Dulu ia dikenal sebagai Deso Dogg, selain mempunyai nama Denis Mamadou Cuspert, ia kini mengambil nama sebagai Abu Maleeq. Ia dilahirkan dan dibesarkan di Berlin oleh ibunya yang asli Jerman. Ayahnya yang berasal dari Ghana, meninggalkannnya saat Cuspert masih bayi.
Cuspert pernah mempunyai ayah tiri seorang prajurit Angkatan Darat Amerika . Cuspert kecil pernah dikirim ke sekolah anak-anak nakal. Setelah lima tahun, ia kembali ke rumah. "Saya dibesarkan dengan rasisme," kata Cuspert. "Meskipun ibu saya orang Jerman, beberapa guru tetap memanggil saya dengan sebutan 'negro' dan memperlakukan semua anak-anak Muslim dengan buruk".
Sikap anti Amerika dan anti kebijakan luar negeri Amerikanya tumbuh pada tahun 1990, di bulan-bulan menjelang perang Teluk Persia pertama. Ia bergabung dengan para demonstran di Berlin. "Kami berbaris, berteriak dan membakar bendera Amerika," katanya tersenyum.
The New York Times menulis, invasi Amerika ke Irak pada 2003 menjadi sumber konflik baru dengan ayah tirinya. Dia bergabung dengan geng-geng pemuda. Cuspert mengatakan saat itu ia ingin mencari identitas diri, ia menemukannya di jalan-jalan Berlin bersama anak-anak imigran dari Arab dan Turki.
Sejak usia dini Cuspert atau sekarang Abu Maleeq, melatih dirinya dengan kick boxing Thailand, tae kwon do dan jiu-jitsu Brasil. Pekerja sosial Jerman pernah mengirimnya ke sebuah peternakan khusus di Namibia yang biasa digunakan untuk merehabilitasi anak-anak nakal.
Pada tahun 1995, ia menemukan cara baru untuk menunjukkan kemarahannya: yaitu sebagai rapper Deso Dogg. Ia mengatakan, "lagu-lagu saya adalah tentang cerita saya di penjara, rasisme, perang."
Karir musiknya pun melonjak. Dia melanjutkan tur dengan rapper terkenal dunia seperti DMX dan bekerja untuk soundtrack musik film-film Jerman.
Titik Balik Hidup
Akhirnya Cuspert mengalami kecelakaan mobil, tapi selamat. Setelah itu ia mulai mempertanyakan gaya hidupnya dan masuk kedalam agama Islam untuk mencari jawaban.
Pada tahun 2010, ia mengakhiri karirnya sebagai rapper dan mengalihkan fokusnya kepada memerangi Amerika Serikat dan Barat.
Nada tunggu ponselnya jelas mengungkapkan siapa sebenarnya dia saat ini. Jika anda menelfon Cuspert, anda akan mendengar nada tunggu yang berbunyi "Kematian adalah yang paling indah, Allahu Akbar."
[muslimdaily.net]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar