Minggu, 07 Agustus 2011

Puasa dalam Sejarahnya

Puasa Pra-Islam, Emangnya Ada?

puasa ternyata bukan sesuatu yang baru. Orang-orang zaman dulu juga suka berpuasa, Iho! Hanya, motivasi dan tujuannya berbeda-beda. Kadang-kadang, mereka melakukannya untuk menghormati tuhan yang diyakininya. Akan tetapi, di lain waktu, mereka melakukannya untuk se-suatu yang lain, misalnya, sebagai terapi pengobatan atas penyakit yang dideritanya atau saat menghadapi musibah.

Sejarah puasa memang panjang banget. Makanya, kamu jangan heran halo ada orang yang mengatakan bahwa puasa adalah ritual paling tua yang pernah ada di dunia. Bahkan, bukan manusia raja yang melakukannya, binatang pun berpuasa demi kelangsungan hidupnya. Selama mengerami telur, ayam harus berpuasa. Binatang ini harus konsentrasi dan nggak boleh ninggalin telurnya selama beberapa waktu. Otomatis, si induk ayam itu nggak makan dan minum. Ulat-ulat pemakan daun pun berpuasa ketika berada di dalam kepompong. Jika tidak, ia akan gagal bermetamorfosis menjadi makhluk yang indah, kupu-kupu. Makanya, ulat berpuasa supaya nggak jadi ulat selamanya.

Orang Mesir Kuno biasa berpuasa untuk menghormati Izris, dewa mereka. Mereka akan berpuasa sebelum menyembelih hewan kurban. Tujuannya untuk menyucikan orang-orang yang menyaksikan upacara penyembelihan itu.

Sementara itu, orang Yunani suka berpuasa sebelum melakukan upacara ritual keagamaannya. Puasa ini nggak dilakukan oleh cowok saja. Ceweknya juga turut berpuasa. Mereka tinggal di rumah seharian, nggah menyentuh makanan dan minuman sama sekali. Tradisi puasa orang Yunani ternyata bukan hanya itu sebab ada puasa lain yang dilakukan selama sepuluh hari berturut-turut. Puasa ini khusus dilakukan oleh orang-orang yang pengin mengetahui rahasia-rahasia ketuhanan.

Berbeda dengan orang Yunani, bangsa Romawi melaksanakan puasa selama setahun, setiap lima tahun sekali. Fuih …, lama banget, ya? Emang! Mereka sengaja melakukannya untuk menghormati Dewa Siris. Tradisi ini, konon, sudah diwajibkan sejak 193 SM.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan,sejaK Nabi Nuh hingga Nabi Isa, puasa wajib dilakukan tiga hari setiap bulannya Bahkan, Nabi Adam, manusia pertama yang diciptakan di bumi, sudah melakukannya Ketika dilarang Allah memakan buah khuldi.

Sementara dalam Surah Maryam, diceritakan Kalau Nabi Zakariya dan Maryam sering melakukan puasa. Sitti Maryam berpuasa untuk menjaga Kesuciannya. Hasilnya, ia terhindar dari fitnah orang lain. Bahkan, Nabi Daud juga sering berpuasa. Sehari berpuasa dan sehari berbuka. Makanya, puasa seperti itu disebut puasa Daud.

Sebelum diangkat menjadi Rasul, Muhammad berpuasa tiga hari setiap bulan. Selain itu, beliau juga melakukan puasa Asyura pada hari ke-10 bulan Muharram (bulan ke-1 menurut kalender Hijriah). Puasa ini dilakukan bersama masyarakat Quraisy lainnya. Malah, konon, masyarakat Yahudi yang tinggal di Madinah pada masa itu turut mengamalkan puasa Asyura. Puasa ini dilakukan orang Yahudi untuk memperingati hari kebebasan bangsa Mesir dari penindasan Fir`aun.

Tradisi puasa masyarakat Arab pra-Islam tersebut ternyata oleh Nabi Muhammad tetap dilakukan setelah beliau diangkat menjadi Rasul. Oleh Nabi Muhammad, kita dianjurkan melakukan puasa Daud dan puasa Asyura. Hukumnya sunnah.

Bagaimana Penganut Agama Lain?
Penganut agama Yahudi juga suka berpuasa. Tujuan dan tata caranya pun telah diatur dalam kitab suci mereka. Mereka suka berpuasa untuk bertobat atau mencari ampunan Tuhan. Selain itu, mereka berpuasa ketika berkabung, ketika ada bahaya yang mengancam, atau untuk memperingati hari kesusahan yang pernah dialami.

Ngomong-ngomong, ada tradisi unik yang selalu dilakukan penganut Yahudi. Sebelum puasa, mereka selalu mengumumkannya kepada masyarakat. Sebagai tandanya, mereka meniup terompet. Wow, pasti seru, ya? Tradisi unik ini mirip dengan kebiasaan mereka ketika mengumumkan dimulainya sebuah pesta.

Eh, kamu tahu nggak, puasa dalam agama Yahudi itu ada jenisnya, Iho?!
Jenis pertama adalah puasa biasa atau parsial. Orang yang melakukan jenis puasa ini hanya mengurangi takaran makan. Misalnya, jika setiap makan porsinya satu piring, di saat puasa, mereka mengurangi separuhnya.

Jenis kedua disebut puasa mutlak. Artinya, mereka nggah akan makan selama beberapa hari.

Berapa lama, sih, penganut agama Yahudi melakukan puasa? Di dalam kitab mereka disebutkan kalau waktu berpuasa itu bervariasi. Pada umumnya, puasa dilakukan sejak matahari terbit hingga matahari terbenam. Akan tetapi, ada juga puasa yang dilakukan satu malam, tiga hari, dan tujuh hari. Konon, Musa, Elia, dan Yesus pernah berpuasa selama 40 hari. lnilah puasa terlama yang pernah ada di dalam agama ini.

Itu, kan, tradisi penganut Yahudi, lalu bagaimana dengan penganut agama Kristen? Kayaknya, sih, tradisi puasa penganut agama Kristen hampir mirip dengan penganut agama Yahudi. Tidak hanya Yesus Kristus yang berpuasa, para pengikutnya pun disuruh puasa. Paling tidak, puasa disebutkan 74 kali dalam Injil.

Orang Kristen berpuasa dengan tujuan yang sama seperti penganut Yahudi, yaitu untuk mencari pertolongan dan betas kasihan Tuhan. Ketika berpuasa, mereka dianjurkan untuk bertobat kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Tradisi puasa ini, konon, diajarkan oleh Yesus dalam khutbahnya di atas bukit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar