Kemeriahan Hari Raya Idul Fithri tak hanya terasa di negara-negara muslim. Menariknya, di negara-negara Eropa kemeriahan hari raya umat Islam itu begitu semarak. Belanda misalnya, tempat ini tak bedannya dengan di Indonesia, bila lebaran tiba.
Sejak Jum’at pagi waktu setempat, 10 September 2010, gema takbir berkumandang di Sporthall Zuid, Amsterdam. Tempat jama’ah muslim asal Indonesia, Belanda, Marokko, Turki dan warga mancanegara lainnya berkumpul untuk melakukan shalat Idul Fithri, merayakan hari kemenangan. Sekitar 1.000 jama’ah mengagungkan asma Allah Azza wa Zalla. Shalat Idul Fithri diorganisir oleh muslim Indonesia di Amsterdam yang tergabung dalam organisasi Euromuslim.
Sabda Rasulullah SAW bebarapa abad silam, mulai terbukti. “pada suatu saat nanti tiada tempat di muka bumi ini yang tidak mengagungkan asma Allah SWT....” Kini hampir semua kawasan dibelahan bumi termasuk Eropa, memuji kebesaran Sang Maha Agung.
Ya, perkembangan Islam di negara Kincir Angin semakin bergeliat. Walau kampanye anti Islam cukup gencar dilakukan di negeri Belanda, terlebih aksi yang dilakukan Geert Wilders, namun hal ini tidak menghalangi turunnya hidayah Allah SWT kepada seseorang. Alhamdulillah, Islam makin diterima semua kalangan. Nyaris tiap bulan ada saja orang Belanda atau non-muslim lainnya yang mengucapkan syahadat.
Berbagai kegiatan keagamaan pun begitu semarak. Terlebih saat Ramadhan. Mulai dari shalat wajib berjama’ah, shalat Tarawih, Qiyamul Lail, i’tikaf, tadarus Al-Quran, pengajian, sampai acara buka bersama. Selain bulan Ramadhan, kegiatan keagamaan lainnya juga rutin dilakukan setiap hari Ahad seperti, pengajian bagi bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak, remaja, dan mualaf.
Bahkan di Amsterdam terdapat banyak masjid besar dan kecil yang dikelola oleh organisasi-organisasi muslim seperti Euromuslim yang dipegang oleh Faisal Rizky, mualaf Belanda yang memiliki nama asli Jan Peter Zeeman. Saat ini tidak sulit mencari masjid atau tempat shalat di kota itu.
Sebagian besar pengurus di berbagai masjid adalah warga Indonesia. Namun, itu bukan halangan lantaran segala informasi disampaikan dalam bahasa Belanda dan selanjutnya disambung oleh ikhwan asal Marokko dengan bahasa Maroko, karena memang mayoritas hadirin berasal dari negeri tersebut. Di sinilah terasa betapa persaudaraan dalam Islam sangat terasa, perbedaan warna kulit dan bahasa bukan halangan untuk mengagungkan asma Allah SWT.
Suasana khidmat dan penuh persaudaraan antara warga muslim yang berasal dari berbagai bangsa dan negara semakin terasa saat panitia masjid melaksanakan aksi sumbangan untuk bencana banjir di Pakistan, para jama’ah dengan penuh ikhlas memberikan sedekahnya sehingga dalam satu malam berhasil terkumpul sekitar 4000 euro. Selain itu panitia juga mengorganisir zakat fitrah dan mal serta sedekah untuk disalurkan kepada yang berhak. Demikian dikutip dari situs Euromuslim Amsterdam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar