Enam Petinju Afrika Tengah Masuk Islam
Postby daffa » 22 Jan 2010 15:48
KARACHI—Alhamdulillah enam petinju dari Afrika Tengah memutuskan untuk menjadi mualaf karena sangat terkesan oleh kebudayaan dan keramahan Muslim Pakistan pada acara turnamen tinju internasional Benazir Bhutto, awal pekan ini. Pelatih tim Afrika Tengah, Mohamed Kalambaye, mengatakan bahwa keenam petinju itu telah memutuskan untuk masuk Islam setelah terkesan dengan semangat kebudayaan Islam dan sikap ramah penduduk setempat. “Keenam petinju itu beragama Kristen dan mereka tidak memiliki niat untuk masuk Islam sama sekali sebelum datang ke Pakistan. Pada dasarnya persatuan dan persaudaraan dalam Islam-lah yang membuat mereka terkesan. Namun yang paling penting adalah tidak adanya diskriminasi dalam Islam. Sekali kau mengucapkan Assalamualaikum, maka kau diterima sebagai seorang saudara tak peduli apa warna kulitmu. Dan itulah yang membuat mereka sangat terkesan,” ujar Kalambaye dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Dawn.com, Senin (4/1/2010).
Di antara enam orang yang memilih untuk masuk Islam adalah Gbodo Ygor, Selebangue Bienvenu, Vomitiande Huges, Grassa Thibault, Niambongui Davy dan Ngocko Martial. Mereka masuk Islam dalam sebuah upacara yang diadakan pada hari Selasa di sebuah hotel setempat pukul dua siang.
Kalambaye mengatakan bahwa keenamnya masuk Islam bukan karena tekanan atau ajakan. Sebaliknya, mereka memilih masuk Islam karena keinginan mereka sendiri. "Mereka melihat bahwa meskipun beragama Kristen namun mereka diterima dengan penghormatan yang sama. Mereka mendapat kalung bunga begitu tiba di bandara Karachi. Tidak ada yang permasalahkan kulit kami yang hitam. Itulah mengapa mereka ingin masuk ke agama yang mengajarkan kasih sayang kepada sesama manusia ini," ujar Kalambaye sambil berbicara mewakili para petinju yang hanya bisa berbicara dalam bahasa asalnya sendiri.
Sang pelatih mengatakan bahwa citra negatif dalam pikiran mereka tentang Pakistan dan masyarakatnya sirna ketika mereka sampai dan melihat keramahan serta merasakan kehangatannya. “Saya rasa Barat dan medianya harus berhenti menggambarkan kaum Muslim secara negatif. Saya sependapat bahwa seseorang yang menyebut dirinya Muslim kemudian membunuh orang-orang tak bersalah atas nama Islam adalah perbuatan yang salah. Kata Islam sebenarnya berarti ‘perdamaaian’ dan itulah tepatnya yang diajarkan oleh agama kami.”
“Saya adalah seorang Muslim dan telah membaca kitab suci Alquran". Saya tahu bahwa anak-anak muda ini telah membuat keputusan yang tepat dan itu membuktikan bahwa Islam adalah agama yang damai. Bahkan, setiap agama mengajarkan perdamaian. Saya rasa para petinju ini tidak akan menyesal telah masuk Islam meskipun semua Muslim disalahkan atas terorisme dan semua pembunuhan tak masuk akal ini,” ujar sang pelatih. Sementara itu, Gbodo Ygor, 28, salah satu dari keenam mualaf itu, mengatakan bahwa yang paling mengagumkan dari Islam baginya adalah kesetaraan dan altruisme, seperti dikutip IslamOnline.net Rabu (6/1/2010).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar